About Us (Sejarah)

PENDAHULUAN
Tema Pelayanan Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) tahun 2008 – 2012 adalah Menjadi Gereja Misioner. Dalam periode ini masing-masing jemaat di lingkungan GKPB diharapkan membuka Balai Pembinaan Iman. Untuk mewujudkan harapan tersebut GKPB Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase telah merencanakan membuka Balai Pembinaan Iman di daerah Semate . Namun, rencana ini tidak dapat diwujudnyatakan karena jalan untuk itu belum terbuka.

Rencana Tuhan ternyata berbeda dengan apa yang telah direncanakan oleh jemaat. Ia belum mengijinkan jemaat-Nya membuka BPI di daerah Semate. Tuhan telah menyediakan tempat pelayanan yang baru bagi jemaat yaitu di daerah Cica.

Terpujilah nama Tuhan, karena pertolonganNya maka Balai Pembinaan Iman (BPI) GKPB di Cica telah dibuka pada hari Minggu, 27 Maret 2011 oleh ketua Sinode GKPB yaitu Bishop Drs I Wayan Sudira Husada, MM.

Pelayanan di BPI GKPB Cica bisa berjalan dengan baik sampai sekarang tidak lepas dari kebaikan hati dari keluarga bapak Gede Sutriana yang dengan sukacita memberikan tempatnya untuk dijadikan sebagai tempat Pembinaan Iman sehingga pelayanan dapat terselenggara dengan baik.

Pdt I Gusti Made Alit Purya, M.Min sebagai pelayan jemaat yang menggagas dan mengawali pelayanan di BPI GKPB Cica, rindu mewariskan tulisan ini kepada generasi yang akan datang dengan harapan tulisan ini bermanfaat sebagai dokumen yang memberi informasi dan data yang akurat tentang berdirinya Balai Pembinaan Iman di Br Cica beserta dengan pelayanan yang telah dilakukan.

1. CIKAL BAKAL BERDIRINYA BPI DI CICA
Gereja Kristen Protestan di Bali setiap empat tahun sekali mengadakan mutasi pendeta dilingkungan GKPB. Pada tahun 2008 sinode menempatkan Pdt I Gusti Made Alit Purya, M.Min di GKPB Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase. Ketika dilaksanakan acara serah terima dari pendeta yang lama yaitu Pdt Drs Wayan Sudira Husada, MM kepada pendeta yang baru yaitu Pdt I Gusti Made Alit Purya, M.Min, bapak Pdt Drs Wayan Sudira Husada menyampaikan pesan agar GKPB Jemaat Galang Ning Hyang Segera membuka Balai Pembinaan Iman di daerah Kapal, tepatnya di kantor Sinode yang baru. Pesan tersebut oleh pendeta yang baru ditempatkan di Jemaat Abianbase dijadikan sebagai sebuah tantangan yang harus diwujudnyatakan walaupun disadari bahwa untuk mewujud nyatakan hal tersebut bukan sesuatu yang mudah, terlebih lagi daerah Kapal adalah daerah yang sangat tertutup bagi kekristenan. Hal itu terbukti ketika gereja akan meresmikan kantor sinode, masyarakat dengan tegas melarangnya.

Rancangan manusia tidak sama dengan rancangan Allah. Kita memang berkerinduan untuk membuka Balai Pembinaan Iman di Kapal tetapi Tuhan menyediakan tempat di Br Cica. Ketika gereja melaksanakan acara jalan santai dalam rangka perayaan HUT ke 74 GKPB Jemaat Galang Ning Hyang dengan rute start di LPM berjalan menuju Dalung – Buduk – Cica dan kembali LPM. Ketika peserta jalan santai beristirahat di warung Buncit, saat itulah seolah-olah Tuhan berbicara atau menyatakan kehendakNya kepada Pdt I Gusti Made Alit Purya demikian: “disinilah kamu harus membuka Pos PI” (belum disebut dengan BPI). Kejadian tersebut kemudian oleh Pdt I Gusti Made Alit Purya diyakini sebagai sebuah Visi yang Tuhan telah berikan kepada jemaat Tuhan di Abianbase.

Sejak saat itu Pdt I Gusti Made Alit Purya terus bergumul dan mulai menyampaikan visi tersebut kepada pengurus kelompok kerja (POKJA) yaitu bapak Gede Alfius, Bapak Si Gede Suma, Rai Kusuma Dwipa dan Rai Suka Mulyana yang rajin mengikuti persiapan pelayanan persekutuan doa. Setiap hari Jumat ketika persiapan, Pdt I Gusti Made Alit Purya selalu menyampaikan visi tersebut untuk didoakan. Mula-mula mereka sepertinya tidak memahami apa yang dimaksudkan oleh Pdt Alit. Namun demikian Pdt I Gusti Made Alit Purya tidak pernah bosan untuk mewacanakan dan mendoakan hal tersebut. Setelah kurang lebih satu setengah tahun kami berdoa barulah ada titik terang dan mulai diatur langkah-langkah apa yang harus ditempuh agar Pos PI itu bisa di buka.

Langkah pertama yang dilakukan oleh Pdt I Gusti Made Alit Purya adalah menghubungi beberapa warga jemaat yang berdomisi di Br Cica dan sekitarnya seperti : keluarga bapak Hermanus Ngongo, keluarga Bapak Gede Sutriana, Kel Bapak Ardianto, Bapak Nyoman Murdita dan beberapa saudara lainnya. Dalam percakapan kami, intinya mereka sangat mendukung rencana tersebut.

Langkah kedua. Berbekal dukungan tersebut maka Pdt I Gusti Made Alit Purya yang adalah pelayan jemaat menyampaikan kepada majelis jemaat dalam rapat rutin majelis yang diadakan setiap hari Selasa. Puji Tuhan majelis juga memberi dukungan yang sangat positif. Bahkan bapak Feri Yudi Setiawan menyatakan siap menjadi warga dari Pos PI.

Langkah ketiga. Moment yang paling menentukan berdiri tidaknya pos PI adalah ada tidaknya persetujuan dari warga jemaat. Oleh karena itu rencana ini diangkat menjadi salah satu program dalam rapat jemaat yang dilaksanakan pada tanggal 6 Pebruari 2011. Akhirnya lewat pengambilan keputusan, peserta rapat menyetujui program pendirian Pos PI di Br Cica.

Dalam hal mewujudnyatakan keputusan tersebut maka majelis beserta beberapa warga jemaat yang sangat konsen terhadap pendirian Pos PI menyusun langkah-langkah sebagai berikut:

Pada tanggal 23 Pebruari 2011 bertempat di rumah bapak Nyoman Murdita kami menyelenggarakan rapat dengan warga jemaat yang akan menjadi warga Pos PI. Dalam rapat perdana tersebut hadir Bapak Hermanus Ngongo beserta istri, Bapak Gede Sutriana beserta Istri, Bapak Ardianto beserta istri, bapak Nyoman Murdita, Pdt Alit Purya bersama istri, Vik Komang Ester, bapak Rai Suka Mulyana, Bapak Wayan Susrama beserta istri dan bapak Feri Yudi beserta istri. Rapat memutuskan untuk segera membentuk pengurus bersama dengan majelis jemaat.

Pada tanggal 8 Maret 2011 di selenggarakan rapat di gedung gereja Abianbase. Dalam pertemuan tersebut hadir majelis jemaat dengan warga jemaat calon warga Pos PI. Mereka adalah Pdt Gusti Made Alit Purya, Bapak Fery Yudi Setiawan, Bapak Wayan Kurnia Muliawan, bapak Rai Suka Mulyana, bapak Made Matius (wakil dari pesamuan adat) Bapak Gede Arya, bapak Deny Ismaryono, ibu Putu Sri Sutarsih, Ibu Putu Yohana, ibu Luh Puji Sihani bapak Gede Sutriana dan bapak Gede Alfius. Dalam rapat tersebut terbentuklah susunan pengurus BPI sebagai berikut :

Penanggung Jawab :Majelis GKPB Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase, (Pdt I Gusti Made Alit Purya, M.Min)
Ketua : I Gede Alfius
Wakil Ketua : I Nyoman Murdita
Sekretaris : Rai Suka Mulyana
Sekretaris II : Ardianto
Bendahara I : Fery Yudi Setiawan
Bendahara II : I Wayan Susrama
Anggota : Hermanus Ngongo
Rai Kusuma Dwipa
I Gede Arya Sekarsana (Jemaat Buduk)
I Gede Sutriana

Rapat juga menyepakati pembukaan Balai Pembinaan Iman akan dilaksanakan pada hari Minggu, 27 Maret 2011.

3. PEMBUKAAN BPI CICA
Pembukaan BPI yang ditandai dengan penaburan bunga rapai oleh Bishop Drs I Wayan sudira Husada dilaksanakan dalam ibadah pada hari Minggu, 27 Maret 2011 pukul 17.00 wita bertempat di aula warung buncit. Ibadah dihadiri oleh warga BPI, pengurus katagorial GKPB Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase dan Pengurus Pesamuan Adat. Dalam ibadah yang dilayani oleh Pdt I Gusti Made Alit Purya, M.Min dan Bishop Drs I Wayan Sudira Husada juga dilaksanakan pelantikan pengurus BPI yang akan mengatur jalannya pelayanan ibadah maupun kegiatan-kegiatan lainnya di BPI. Hadir juga Pdt I Ketut Sudiana, MTh. Beliau adalah Sekretaris Departemen Kesaksian Dan pengembangan (Sekdepsakbang) GKPB. Seusai ibadah acara dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua pengurus BPI GKPB di Cica yaitu bapak Gede Alfius dan oleh Ketua Sinode GKPB, bishop Drs I Wayan Sudira Husada. Sebagai wujud syukur atas dibukanya tempat pelayanan yang baru maka acara diakhiri dengan ramah tamah, santap malam bersama.

4. PERAYAAN HUT I
Sebagai wujud syukur setahun pelayanan di BPI GKPB Cica, maka majelis dan pengurus BPI sepakat untuk mengadakan ibadah syukur dan perayaan HUT ke I BPI GKPB Cica. Acara disepakati dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Maret 2012. Ibadah dilayani oleh pendeta I Gusti Made Alit Purya sebagai pembawa liturgi dan pendeta I Ketut Sudiana MTh melayani pemberitaan firman Tuhan. Sukacita perayaan HUT I BPI Cica ini menjadi lengkap karena di hadiri oleh undangan MSH, Sekdep Sakbang, kepala lingkungan Br Cica, dan Bendesa Adat Abianbase bapak Made Sunarta yang berkenan juga membawakan kata sambutan. Perayaan HUT di akhiri dengan acara ramah tamah.

5. PERIODE PELAYANAN 2012 – 2016.
Mutasi pelayan di lingkungan GKPB diadakan setiap empat tahun sekali. Sehubungan dengan sistim mutasi tersebut maka terhitung pada tanggal 5 Agustus 2012, Pdt I Gusti Made Alit Purya tidak lagi melayani di GKPB Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase dan BPI Cica karena di angkat menjadi Sekdep di Departemen Pelayan dan Pembangunan Masyarakat GKPB. Pelayanan di jemaat Galang Ning Hyang dan BPI Cica selanjutnya dilayani oleh Pdt I Nengah Ripa MTh untuk periode 2012 – 2016.

Dalam periode pelayanan Pdt I Nengah Ripa di GKPB Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase dan BPI Cica, pelayanan seperti ibadah minggu, ibadah rumah tangga, katekesasi remaja dan pelayanan lainnya dapat berjalan dengan baik.

Seiring perjalanan waktu, tahun demi tahun jumlah warga BPI menunjukan peningkatan. Dengan demikian tuntutan pelayanan di BPI juga semakin meluas, seperti : kebutuhan pelayanan nikah, baptis – sidi dan pelayanan pemakaman bagi warga yang meninggal. Berikut ini adalah pelayanan-pelayanan khusus yang dilakukan oleh BPI bagi warga jemaat :

  • Pelayanan Sakramen Baptisan dan Peneguhan Sidi.
    Pelayanan sakramen Baptisan Kudus untuk anak, pertama kali dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2012 bagi Komang Rafael Alvaro Christ Putra Ardianto, sedangan baptisan Kudus Dewasa dan peneguhan Sidi pertama kali dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2012 bagi saudara Yosef Billy Kady. Baptisan kedua diberikan kepada Luh Putu Liskayanti dan baptisan ketiga diberikan kepada Rambu Maharamba Rihi pada tanggal 26 Desember 2012.
  • Pelayanan pernikahan.
    Pasangan pertama yang dilayani pernikahannya di BPI Cica adalah pasangan Yosef Billy Kady dengan Sarah Maiten pada tanggal 28 Oktober 2012, dan yang kedua adalah pasangan Benyamin Umbu Zogara dengan Ni Luh Putu Liskayanti pada tanggal 4 Nopember 2012. Kedua pasangan ini dilayani oleh Pdt I Nengah Ripa MTh.
  • Pemakaman.
    Pada tanggal 25 Maret 2014 seorang anak yaitu Galang Nova Umbu Beta, Putra dari pasangan Yosef Billy Kady dan Sarah Maiten meninggal dunia karena hanyut diselokan Abianbase. Pemakaman dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2014 di kuburan Kristen Abianbase.

Sebelum pemakaman dilaksanakan ada sedikit pergumulan yang harus diselesaikan oleh pihak keluarga dan gereja. Awalnya pihak keluarga menginginkan agar jenasah di makamkan di Sumba, daerah asal orang tua almarhum. Melalui diskusi yang cukup panjang dan seijin pengurus pesamuan adat Abianbase, akhirnya disekapi jenasah dimakamkan di pekuburan Kristen Abianbase.

Pemakaman warga BPI Cica yang telah meninggal di pekuburan Kristen Abinabase pada saat itu sekaligus menjawab pergumulan yang dipergumulkan oleh warga jemaat BPI Cica. Semula mereka masih bertanya-tanya, apakah warga BPI yang meninggal boleh dimakamkan di pekuburan Kristen Abianbase? Sekarang warga BPI tidak perlu takut lagi, karena tidak mendapat tanah pekuburan sebab sudah mendapat jaminan dari pengurus pesamuan adat dan dikukuhkan melalui keputusan Paruman Pesamuan adat pada tahun 2014.

6. Program Pemekaran Jemaat.
Sesuai dengan keputusan Majelis Sinode (MS) GKPB nomor: 200/MS-MSL-GKPB /XII/2014 tentang pemekaran jemaat-jemaat ada beberepa jemaat Gabungan di lingkungan GKPB dimekarkan. Salah satu diantaranya adalah pelayanan Jemaat Gabungan Abianbase dengan BPI GKPB di Cica. Atas kebijakan tersebut di atas, Pdt Izak Rio Bainuan, S.Si.Theol di tetapkan sebagai pelayan jemaat di BPI Cica sedangkan Pdt Dr I Nengah Ripa ditugaskan melayani di Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase.

7. Program Praise and Worship.
Penempatan Pdt Izak Rio di BPI Cica tidak semata karena adanya program pemekaran jemaat. Ia ditempakan di BPI Cica karena Majelis Sinode GKPB mau menjadikan BPI Cica sebagai jemaat yang bisa mengakomodir bentuk ibadah yang dewasa ini diminati oleh sebagian warga jemaat teristimewa bagi pemuda dan pemudi.

Mandat Majelis Sinode GKPB tersebut di atas bukan bermaksud merubah Tata ibadah Minggu yang sudah ada. Urut-urutan atau unsur-unsur ibadah dalam tata ibadah GKPB tetap sama seperti ibadah minggu biasa hanya kemasannya atau bentuk atau ekspresinya saja yang berbeda, seperti misalnya dengan menggunakan musik lengkap, mengganti doa dengan pujian dan puji-pujian kontemporer.
Ibadah Praise and Worship ini mendapat tanggapan yang sangat positif baik dari warga jemaat BPI Cica, warga jemaat induk (Galang Ning Hyang) dan juga warga pendatang. Dukungan positif ini nyata terasa ketika jumlah warga jemaat yang hadir dalam ibadah Minggu di BPI Cica semakin hari semakin bertambah. Di usia 4 tahun jumlah kehadiran jemaat yang beribadah pada hari minggu mencapai rata kurang lebih 80 orang.

Tanggapan positif tersebut di atas tidak lepas dari persiapan ibadah yang dilakukan secara bersungguh-sungguh baik oleh pemain-pemain musik, para pemandu lagu dan juga alat-alat musik yang memadai.

Mulai tanggal 15 Pebruari 2015 Setiap minggu ke tiga ibadah Minggu diselenggarakan dalam bentuk ibadah Ekspresif. Ibadah Ekspresif berarti ibadah yang dilakukan dalam ekspresi yang berbeda. Misalnya ekspresi dengan musik yang menggunakan band. Lagu-lagu yang dipakai dari lagu rohani kontemporer. Ekspresi ibadah dapat berbeda-beda. Ekspresi ibadah dapat berubah seiring jaman, namun yang utama adalah Esensi atau inti dari ibadah itu sendiri yaitu melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Tuhan bukan mementingkan ekpsresi dalam ibadah, tetapi hati. Dalam ibadah ini juga, anak-anak sekolah Minggu, Remaja dan Pemuda mendapat kesempatan untuk mempersembahkan tari-tarian untuk kemuliaan nama Tuhan.

8. Penjemaatan BPI Cica.
Rapat Jemaat Galang Ning Hyang Abianbase pada hari Minggu, tanggal 8 Pebruari 2015 telah memutuskan bahwa penjemaatan BPI Cica akan dilaksanakan pada tahun 2015. Upaya yang dilakukan Majelis dan pengurus BPI untuk merealisasikan keputusan tersebut di atas adalah sebagai berikut :

  • Pendataan Warga Jemaat BPI Cica
  • Pembentukan dan pemilihan pengurus katagorial.
  • Pemilihan Majelis Jemaat.
  • Pemberian Nama.
    Pemberian nama untuk BPI Cica yang akan dijemaatkan bukanlah hal yang mudah. Faktor kesulitannya adalah bagaimana nama tersebut nantinya bisa berbicara tentang eksistensi dari jemaat dilihat dari segi teologi, sejarah dan sosiologi.Sehubungan dengan hal tersebut di atas Pdt I Gusti Made Alit Purya mencoba menuangkan beberapa usulan nama dalam bentuk tulisan dan menyampaikannya kepada Majelis dan Pengurus BPI Cica untuk dipertimbangkan. Usulan nama-nama tersebut adalah sebagai berikut : 1. Galang Ning Sabda, 2. Sabda Ning Hyang, 3. Sipta Ning Hyang dan 4. Sipta Ning Sujati. (usulan lengkapnya terlampir).Rapat Majelis Jemaat GNH dan Pengurus BPI tanggal 11 Mei 2015 memutuskan memilih nama : “Galang Ning Sabda” bagi BPI Cica yang akan di jemaatkan pada tanggal 25 Mei 2015.
  • Acara Penjemaatan BPI Cica.
    Pejemaatan BPI GKPB di Cica dilaksanakan pada hari Senin, 25 Mei 2015, pada hari Raya Penta Kosta ke dua. Ibadah Penjemaatan dilayani oleh Bishop Dr I Kt Siaga Waspada dan dihadiri oleh warga jemaat baik dari jemaat induk, warga jemaat BPI Cica dan undangan seperti : MSH, Sekdep, Pimpinan Lembaga Khusus, Sekbid di lingkungan GKPB dan para Pendeta, Vikaris dan Majelis Harian GKPB Wilayah Pelayanan Badung Utara.Acara penjemaat BPI di Cica diisi juga dengan acara penahbisan tiga orang Majelis kedalam jabatan gerejawi, pelantikan majelis Jemaat dan pemberian nama Jemaat Galang Ning Sabda. Adapun majelis yang ditahbiskan ke dalam jabatan gerejawia adalah sebagai berikut : Fery Yudi Setiawan, I Made Bina Jaya Pinia dan Ni Gusti Ayu Yuliani untuk melengkapi tiga orang majelis pendamping dari GKPB Jemaat Galang Ning Hyang yang telah ada yaitu : Penatua Rai Suka Mulyana, Penginjil I Gede Sutriana dan Diaken Wayan Susrama.